Jemaat Misterius Gereja Santo Yosep Bag12

Temuan survei Wahid Foundation, lembaga yang mengembangkan pemikiran Islam moderat, kemajemukan, dan demokrasi, menguatkan pernyataan Tito. Berdasarkan survei nasional ”Potensi Radikalisasi & Intoleransi Sosial-Keagamaan di Kalangan Muslim di Indonesia” yang dirilis pada awal Agustus lalu, hampir delapan persen dari 1.520 responden memiliki sikap sosial beragama yang radikal. Mereka bersedia dan bahkan pernah melakukan kekerasan atas nama agama.

Misalnya melakukan sweeping dan berdemonstrasi menentang kelompok yang dinilai menodai dan mengancam kesucian Islam. Penelitian yang dikerjakan bersama Lembaga Survei Indonesia itu menggambarkan, setidaknya 11 juta dari 150 juta muslim Indonesia bersedia bertindak radikal. ”Ini sungguh mengkhawatirkan,” kata A.A. Nugroho, manajer riset program di Wahid Foundation.

Terpukau Media Layar, Bikin Konsentrasi Kacau Bag4

Hasilnya, ketika mereka menginjak usia 7 tahun, sebanyak 10% anak menunjukkan gejala yang serupa dengan anak-anak yang didiagnosis ADHD (AttentionDefi cit and Hyperactive Disorder). Kesimpulannya, semakin lama jam menonton teve pada saat anak berusia 1—3 tahun, semakin besar peluang anak tersebut mengalami masalah atensi saat usia sekolahnya (usia 7 tahun).

Baca juga : Kerja di Jerman

Hasil studi tersebut sejalan dengan studi yang dilaksanakan di New Zealand. Sebanyak 1.037 anak berusia 5 tahun diikuti perkembangannya hingga mencapai usia 11 tahun. Hasilnya, anak-anak yang terlalu lama menonton teve mengalami gangguan atensi ketika mereka berusia dewasa. Sebab pasti mengapa teve dapat menganggu atensi belum ditemukan. Ada beberapa dugaan terkait pergantian gambar yang terlalu cepat sehingga membuat anak menjadi cepat bosan ketika dihadapkan kepada sesuatu yang tidak bergerak secepat gambar teve.

Misal, saat membaca buku, anak harus fokus pada halaman yang sama untuk beberapa saat. Bandingkan dengan fi lm animasi yang memiliki pergantian gambar sebanyak 24 kali dalam 1 detik. Bagaimana agar anak tidak terlalu “mengagung-agungkan” teve? Hal yang disarankan adalah tidak mengenalkan sama sekali media layar (teve, gawai, komputer, laptop, tablet) bagi anak di bawah 2 tahun. Kemudian untuk prasekolah, batasi akses ke media layar, maksimal 2 jam per hari terlepas dari betapa bagusnya program edukasi yang ada di media layar tersebut.

Tapi kalau tidak menonton teve dan bermain gawai, adakah aktivitas yang mampu membuat anak-anak fokus pada sesuatu tetapi sekaligus memberi manfaat? Jawabnya, ada! Yaitu menyediakan pojok bermain bagi anak yang akan diulas di artikel berikutnya. Netty mengakui Fajar, anaknya yang berusia 5 tahun, kecanduan nonton teve. Mana yang ditonton fi lm India lagi! Ternyata tontonan itu mengikuti selera neneknya. Anak-anak batita yang menonton teve selama 3,6 jam per hari, saat menginjak usia 7 tahun, sebanyak 10% anak, menunjukkan gejala serupa dengan anak-anak yang didiagnosis ADHD.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Bibit Radikalisme Di Sekitar Kita

Percobaan bom bunuh diri oleh seorang pemuda saat kebaktian di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Medan, pekan lalu mencemaskan terutama karena ia bu kan sel kelompok teroris. Kepada polisi, remaja 17 tahun itu mengaku menjadi simpatisan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) setelah berselancar di warung Internet milik kakaknya.

Lewat dunia maya, pelaku belajar merakit bom karena kagum kepada pemimpin ISIS, Abu Bakar al­Baghdadi, setelah membaca sepintas ideologinya. ISIS adalah sempalan Al­Qaidah yang lebih radikal membunuh orang yang berbeda paham dengan mereka. Teror gereja di Medan menunjukkan bahwa menjadi radikal tak harus menjadi anggota kelompok teroris—anggapan yang selama ini diyakini sebagai sumber penyebaran radikalisme.

Temukan Berbagai Barang dalam Perjalanan Panjang bersama NET89

Temukan Berbagai Barang dalam Perjalanan Panjang bersama NET89 – Night at the Museum: Hidden Object merupakan sebuah game dengan genre hidden object yang menantang para pemain untuk menemukan benda-benda penting yang hilang dari seluruh belahan dunia. Hi salah satu genre game yang sebenarnya banyak mem berikan dampak positif ba gi para pemainnya. Selain dden object game adalah- – dapat menguji tingkat ketelitian, game dengan genre ini juga sedikit banyak memperkaya wawasan dan tentunya perbendaharaan kata bagi para pemainnya. Salah satu game mobile yang mengadopsi konsep ini adalah Night at the Museum: Hidden Treasures.

Sama seperti yang dapat dijumpai dalam filmnya, Night at the Museum: Hidden Tresures akan menyajikan banyak benda-benda bersejarah yang menghiasi setiap sudut dalam museum. Anda akan berperan menjadi seorang penjaga malam (night guard) baru yang akan dibimbing oleh tokoh utama dalam film Night at the Museum, Larry Daley. Setelah mendapat arahan dari Larry Daley, Anda akan bertugas untuk mencari banyak benda-benda yang hilang untuk mengumpulkan poin. T

entu saja proses pencarian setiap barang tidak akan semudah kedengarannya, karena barang yang dicari terkadang benar-benar tidak terlihat karena terselip atau bahkan tertutup sebagian di belakang benda lain. Night at the Museum: Hidden Treasures dijamin tidak akan terasa membosankan karena suasana sudut museum yang disajikan setiap level akan berbeda. Petualangan akan dimulai dari dataran Amerika, Mesir, hingga Kerajaan Tiongkok. Dipastikan Anda akan mendapatkan wawasan sejarah dari seluruh benda-benda penting dari seluruh belahan dunia.

Tidak hanya itu, Anda juga akan dibekali dengan berbagai macam peralatan bantuan seperti senter dan kacamata khusus yang dapat digunakan untuk mempermudah atau sekadar mempercepat proses pencarian benda-benda yang hilang ini. Akan tetapi Anda harus bijak dalam menggunakannya karena peralatan bantuan ini sangat terbatas jumlahnya. Jika Anda tertarik, segera mulai petualangan dengan men-download Night at the Museum: Hidden Treasures secara gratis di iTunes dengan ukuran file sebesar 49 MB, dan perluas wawasan Anda sambil menemukan benda-benda yang hilang.

Sumber : https://net89.net/