Babak-Belur Setelah Pupur Luntur

Di akhir tahun, bursa saham selalu berdandan bak wanita malam mengenakan bedak. Harga-harga melonjak. Indeks harga saham gabungan menan jak, dari hampir di bawah batas psikologis 5.000 menjadi di atas 5.200 hanya dalam dua hari, per Rabu pekan lalu. Itulah buah kerja para manajer investasi yang sedang melakukan window dressing. Dengan berbagai cara, mereka bertransaksi untuk menaikkan harga saham sehingga penampilan portofolio masing-masing terlihat mengkilap saat tutup buku 2016.

Jadi, setelah masuk 2017, investor harus lebih cermat tak tertipu riasan sesaat. Sederet persoalan kembali patut menjadi pertimbangan untuk mengatur lagi racikan investasi. Pertama, selamat datang di era mahalnya dolar Amerika Serikat. Suku bunga rujukan The Federal Reserve sudah naik pada Desember 2016. Untuk 2017, para anggota The Federal Open Market Committee sudah mengirim sinyal akan menaikkan bunga tiga kali.

Sedangkan para analis, menimbang kondisi riil ekonomi Amerika, yakin setidaknya akan ada dua kali kenaikan bunga The Fed. Artinya, kurs dolar Amerika akan berada dalam tren menguat selama 2017. Kedua, 2016 berakhir dengan gelagat kuat naiknya harga minyak. Negara-negara anggota organisasi eksportir minyak (OPEC) dan produsen non-OPEC sudah bersepakat memangkas produksi. Beberapa komoditas andalan Indonesia juga menikmati lonjakan harga selama 2016: nikel, batu bara, minyak sawit, sekadar menyebut beberapa contoh.

Ini bagus untuk ekonomi Indonesia, mesin pertumbuhan sudah mulai berdaya lagi. Ketiga, Donald Trump benar-benar menjadi Presiden Amerika Serikat ke-45 mulai 17 Januari 2017. Trump akan mengubah banyak hal. Selain urusan politik luar negeri—keras terhadap Cina dan ramah kepada Rusia—ada beberapa perkara yang sangat berdampak pada pasar fnansial. Yang paling mendasar, serangkaian kebijakan Trump akan memicu ”arus mudik” dolar dalam jumlah besar. Ini dapat mengguncang pasar saham, obligasi, ataupun mata uang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *