Berawal dari Makam Bagian 2

Seolah tak ingin berhenti begitu saja, LOH pun berkembang menjadi sebuah komunitas yang aktif dengan salah satu agenda rutinnya, merawat musoleum O. G. Khouw. Dilakukan setiap bulan pada hari minggu pertama atau kedua, fokus mereka pun tak berhenti pada bangunan musoleum saja, melainkan juga pada makammakam unik yang tersebar di areal pemakaman TPU Petamburan.

Kembangkan Aktivitas Cinta Heritage Tak hanya melestarikan musoleum, sesuai namanya, LOH juga ikut mengembangkan aktivitasaktivitas cinta heritage lainnya, seperti mengadakan tour wisata sejarah dengan menciptakan rute baru yang berbeda, membuat fi lm dokumenter, hingga mendirikan sanggar angklung yang diadakan setiap Jumat malam. “Karena berawal dari sini, kita berusaha menetapkan siapa kita.

Bukan cuma musoleum, kita lebih mengerucut menetapkan diri sebagai komunitas yang punya kepedulian, rasa cinta terhadap seni, budaya, dan sejarah, lingkungan dan mewujudkannya melalui tindakan nyata,” Adjie menambahkan. Meski tidak mudah dan cenderung mengundang banyak kecurigaan, dalam perkembangannya, komunitas LOH berupaya untuk terus mengembangkan komunitasnya. Bahkan, pandangan-pandangan negatif pun kerap tertuju sejak awal terbentuknya komunitas ini. “Awalnya bahkan kami suka diledek. Disebut sebagai KPK, Kelompok Penyiksa Kuburan,“ tutup Adjie sambil berkelakar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *