Bibit Radikalisme Di Sekitar Kita

Percobaan bom bunuh diri oleh seorang pemuda saat kebaktian di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Medan, pekan lalu mencemaskan terutama karena ia bu kan sel kelompok teroris. Kepada polisi, remaja 17 tahun itu mengaku menjadi simpatisan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) setelah berselancar di warung Internet milik kakaknya.

Lewat dunia maya, pelaku belajar merakit bom karena kagum kepada pemimpin ISIS, Abu Bakar al­Baghdadi, setelah membaca sepintas ideologinya. ISIS adalah sempalan Al­Qaidah yang lebih radikal membunuh orang yang berbeda paham dengan mereka. Teror gereja di Medan menunjukkan bahwa menjadi radikal tak harus menjadi anggota kelompok teroris—anggapan yang selama ini diyakini sebagai sumber penyebaran radikalisme.

Tuduhan Maut Kenalan Baru Bag10

Keesokan harinya, Zulfqar dan Gina pergi ke Jakarta untuk membelikan Gurdip tiket pesawat Star Air tujuan Surabaya. Zulfqar menyerahkan tiket kepada Gurdip di terminal bus Damri, Bogor. Jaksa lebih dulu menuntut Gurdip dihukum penjara seumur hidup. Majelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang malah memvonis dia dengan hukuman mati pada 7 Februari 2005. Upaya Gurdip mengajukan permohonan banding sampai peninjauan kembali tak membuahkan hasil.

”Dia mengajukan grasi pada 27 Juli lalu,” kata pengacara Gurdip, Afdal Muhammad, Kamis pekan lalu. Adapun Zulfqar membantah semua dakwaan jaksa. Di samping mengungkap penyiksaan atas dirinya, Zulfqar mempersoalkan pelanggaran atas hak dia sebagai tersangka. Antara lain, Zulfqar tak didampingi pengacara dan penerjemah selama pemeriksaan di kepolisian.

Merayakan Jazz Hingga Lereng Gunung Bag20

Ada kerinduan terhadap Malioboro tempo dulu, sebagai pusat seni budaya. Kawasan di jantung Kota Yogyakarta itu belakangan memang didominasi kegiatan ekonomi. Tapi, setelah proposal jadi, gempa meluluh-lantakkan Yogyakarta. Ngayogjazz pertama baru bisa digelar setahun kemudian, pada 2007. Mereka cuma bermodal Rp 30 juta. Ngayogjazz pertama digelar di Padepokan Bagong Kussudiardja.

Sukses itu membawa mereka menggelar Ngayogjazz kedua di Tembi, Bantul, pada 2008 dan Ngayogjazz 2009 di Gabusan, Bantul. Pelaksanaan Ngayogjazz 2010 mundur karena Gunung Merapi meletus pada akhir Oktober tahun itu. Ngayogjazz baru muncul pada Januari 2011 di pelataran rumah pelukis Djoko Pekik di Sembungan, Bantul. Ngayogjazz kembali digelar pada tahun yang sama pada November di Kotagede, Yogyakarta.

Standar Penghitungan Pajak Penulis Akan Disamakan  Bag2

Selanjutnya, penghasilan netto tersebut dikurangi dengan penghasilan tidak kena pajak setahun sehingga diperoleh penghasilan kena pajak. Penghasilan kena pajak inilah yang akan dikenai tarif pajak atas royalti sebesar 15 persen. ”Pajak penghasilan yang sudah dipungut oleh penerbit atas royalti dapat dijadikan sebagai kredit pajak yang menjadi pengurang pajak penghasilan terutang,” ujar Sri.

Persatuan Penulis Indonesia (Satu Pena) meminta pemerintah mensosialisasi penerapan aturan baru ini kepada semua aparat pajak. Satu Pena juga mengusulkan para penulis yang memenuhi syarat penggunaan norma 50 persen menggunakan aturan ini pada saat menyerahkan surat pelaporan tahunan 2017 dan 2018. Polemik pajak penulis ini mencuat setelah Darwis, penulis yang menggunakan nama pena Tere Liye, memprotes pengenaan pajak super-netto yang dibebankan kepada penulis.

Doktor Karbitan Kampus Guru

Tim menemukan disertasi lima mahasiswa blok Kendari yang dipromotori Djaali terindikasi melakukan plagiat (lihat: ”Satu Ismail, Lima Disertasi”). Direktur Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Patdono Suwignjo menilai persoalan plagiarisme sangat serius. Karena itulah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi membentuk Tim Independen untuk mengusut lagi dugaan pelanggaran di UNJ.

”Perkara UNJ ini pelanggaran sangat berat sehingga kami sangat berhati-hati karena sanksinya berat,” ucapnya. Djaali membenarkan ada banyak mahasiswa dipromotorinya. Dia mengklaim kebanyakan mahasiswa meminta dia menggantikan dosen lain karena merasa terhambat. ”Tidak enak kalau saya bilang tidak bisa. Ini pengabdian,” kata penerima penghargaan dosen teladan tahun 1985 ini.

Misteri Neraka di Gunung Padang Bag5

Arni tak sedikit pun menunjukkan ketakutan setelah mengetahui Profesor Theo dan seorang rekannya mati tak wajar. Ia seperti tak punya perasaan. Begitu juga yang ditunjukkan Tomo setelah melihat kematian seorang wartawan lain. Selain itu, flm ini kurang menggambarkan lokasi ekskavasi seperti area sesungguhnya. Kamp ekskavasi hanya dibuat sederhana dengan pekerja yang cuma puluhan orang. Padahal ekskavasi itu proyek nasional yang diperintahkan presiden. Dari sisi visual, flm ini memang terlihat digarap cukup serius menggunakan teknologi computer-generated imagery. Dengan cara itu, sutradara Rizal Mantovani menggambarkan Gunung Padang yang menjulang tinggi dan membentuk segitiga sama sisi.

Pelajaran Berharga Bag3

Dedik, yang lepas dari jebakan offside, melakukan aksi solo run dan melepaskan tembakan keras. Namun bola dapat diblok penjaga gawang Mauritius. Bola muntah lalu disambar oleh Evan Dimas dan berbuah gol. Pelatih Mauritius, Fransisco Filho, menyatakan Indonesia berhak memenangi laga itu karena bermain lebih baik. Menurut dia, Indonesia bermain cepat, menggunakan taktik sepak bola modern.

“Kami berhasil menahan gempuran, tapi pada menit terakhir kami melakukan kesalahan,” ujar Filho. Bagi asisten pelatih Kurniawan Dwi Julianto, kemenangan dalam laga uji coba tersebut memberikan banyak pelajaran. Salah satunya adalah bagaimana membongkar pertahanan lawan yang super-ketat. Menurut Kurus—panggilan akrab Kurniawan—Mauritius menerapkan taktik bertahan di hampir sepanjang laga. “Membongkar pertahanan yang rapat tidak gampang,” kata striker andalan Indonesia pada era 1990-an ini.

Upaya Denuklirisasi Korea Berlanjut Bag2

Dia tidak memberi indikasi kapan pertemuan kedua pemimpin tersebut akan kembali terjadi. Meski demikian, Sanders mengatakan surat itu menjadi “bukti kemajuan lebih lanjut” dalam hubungan Washington dengan Pyongyang. Trump dan Kim bertemu pertama kali dalam pertemuan bersejarah di Singapura pada 12 Juni lalu. Pertemuan tersebut meningkatkan prospek terobosan untuk membatasi program nuklir Korea Utara. Upaya perundingan lanjutan denuklirisasi di kawasan Semenanjung Korea itu sempat tersendat lantaran Trump meminta Menteri Luar Negeri Mike Pompeo membatalkan kunjungannya ke Korea Utara pada akhir bulan lalu. Sanders mengatakan surat baru tersebut menunjukkan tanda-tanda bahwa diskusi tetap hidup setelah beberapa pekan mengalami kebuntuan.

Investor Korea Siap Tanamkan Modal Rp 92,4 Triliun

Pemerintah mendulang komitmen investasi hingga US$ 6,206 miliar atau Rp 92,4 triliun dalam kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Korea Selatan pekan ini. Berdasarkan informasi yang dirilis Kementerian Perindustrian, nilaiinvestasi tersebut berasal darikomitmen enam perusahaan senilai US$ 446 juta dan penandatanganan 15 nota kesepahaman (memorandum of understanding/ MoU) kerja sama perusahaan dan institusi pemerintah kedua negara senilai US$ 5,76 miliar.

Perusahaan asal Negeri Ginseng yang menyampaikan komitmen investasi antara lain LS Cable & System, yang akan mendirikan industri kabel listrik senilai US$ 50 juta di Karawang, Jawa Barat; Parkland, yang akan membangun industri alas kaki di Pati, Jawa Tengah, senilai US$ 75 juta; dan World Power Tech, yang berinvestasi sebesar US$ 85 juta untuk mendirikan industri manufaktur turbin dan boiler di Bekasi, Jawa Barat.

Berbekal Kemauan dan Keingintahuan

Ponsel memang sudah sangat dekat dengan kehidupan manusia. Hampir semua orang mempunyai ponsel dan berkegiatan dengannya. Mulai dari komunikasi, hiburan, belajar, mencari berita, bertemu dengan orang baru, atau yang lainnya. Tapi tahukah kamu, jika ponsel sudah merambah untuk beragam kebutuhan aktivitas di dalam rumah. Mematikan lampu, membuka pintu, menutup/membuka gorden, control keamanan dan sebagainya. Tommi Agustianto, seorang mahasiswa S2 di bidang teknik elektro menjadi penggagasnya. Ia bersama timnya membuat Prototype Smart Home System menggunakan Android.

Berbekal Kemauan dan Keingintahuan

Kini, ia tergabung dalam perusahaan bogor technologies yang berdiri selama 3 tahun ini. Berawal dari ketertarikan dalam bidang teknologi terutama automation, Tommi bersama teamnya berpikir untuk mempermudah manusia dalam melakukan aktivitas rutinnya contoh seperti menyalakan lampu, mengkunci pintu, menutup/ membuka gorden dan lainnya. “Hal tersebut pasti akan selalu kita lakukan setiap harinya. Dari situlah kami mencoba membuat sebuah alat yang dapat mengakses barang-barang tersebut seperti lampu pintu gorden untuk bisa kita kendalikan dari ponsel (Android) secara nirkabel atau tanpa kabel.” ujar Tommy “Dengan merujuk kepada latar belakang pendidikan kami yang bergerak di bidang elektro engineering, membuat kami yakin bisa membuat aplikasi tersebut,” katanya. Tommi dan teamnya berjumlah 8 orang. Mereka tergabung dalam perusahaan yang mereka bangun, melakukan perancangan bersama Prototype Smart Home System menggunakan Android.

Alat tersebut dikerjakan cukup singkat dan hanya membutuhkan waktu kurang lebih satu minggu. Disinggung mengenai biaya pembuatan prototype smart home ini, Tommi mengatakan, menghabiskan biaya 800 ribu sampai 1 juta tergantung beban yang ingin dikendalikan. Lalu langkah pertama yang dilakukan yakni membuat aplikasi di Android dengan menggunakan software open source atau gratisan untuk mendevelop aplikasinya. “Kemudian kita membuat hardware controller yang terhubung ke beban seperti lampu, kunci pintu solenoid, atau motor penggerak gorden.Dan hardware controller tersebut harus bisa berkomunikasi dengan aplikasi yang sudah kita buat pada Android dengan menggunkan sinyal WiFi atau Bluetooth,” tuturnya.

Cara kerja

Install aplikasi yang sudah dibuat di Android, lalu hubungkan beban seperti lampu, kunci pintu electric, motor penggerak gorden, atau barang elektronik yang bisa menyala hanya dengan switch saja menuju hardware controller yang sudah di buat. Kemudian atur penomoran jenis barang dan jadwal menyala bila ingin otomatis seperti lampu menyala pada pukul 5 sore. Begitu pula pada perangkat lainnya. Sederhana bukan?. Peralatan yang dibutuhkan untuk membuat Prototype Smart Home System menggunakan Android

• Software untuk membuat aplikasi “Android Studio”
• Mini komputer digunakan berhubungan dengan Android
• Modul kontroler
• Board komputer
• Relay