Ajang Kumpul-kumpul

Nuansa rumah asri dan sejuk ini rupanya dimanfaatkan oleh kerabat dekat dan keluarga untuk kumpulkumpul, baik ketika arisan keluarga atau sekedar menghabiskan waktu bersama. “Sejak rumah ini dibangun, keluarga-keluarga selalu ingin acara arisannya di sini dan setiap minggu pasti enggak pernah sepi dari tamu,” Ajeng bercerita dengan wajah sumringah.

Memang, setiap orang yang menyambangi rumah ini akan jatuh cinta dengan gaya arsitektur dan pengelolaan interior yang hangat dan nyaman. Kami pun merasakannya. Konsep rumah yang ingin dibangun pasangan ini pun telah berhasil dicapai, menghadirkan kenyamanan dan keinginan untuk selalu berada di rumah sepanjang waktu. Konsep kuat dan konsistensi untuk mempertahankan konsep tersebut adalah kuncinya. Area attic (loteng) dimanfaatkan untuk area santai sekaligus kumpul-kumpul. Untuk membiarkan udara tetap masuk, pada bagian atas dinding dibuat lubang udara.

Kelola Interior Sendiri

Meski bangunan dibuat menggunakan jasa arsitek, Ajeng dan suami memutuskan untuk mengelola bagian interior sendiri. Segala hal yang berhubungan dengan interior mereka diskusikan bersama. Konsep “menyatu dengan alam” pun mereka jadikan acuan. Mereka banyak memakai kayu. Penggunaan material kayu tidak hanya terlihat pada deck lantai, tapi juga pada hampir seluruh furnitur di rumah ini. Permainan interior yang dikelola Ajeng bersama suami rupanya bisa berpadu dengan gaya arsitektur dan konsep yang ingin dibangun di rumah ini, sehingga tampak serasi dan selaras.

Ruang makan berada di lahan terbuka. Selain tidak terkesan formal, ruang makan ini juga dapat difungsikan sebagai ruang serbaguna. Area luar dan dalam tampil menyatu, hanya dibatasi oleh pintu kaca yang digeser. Meja rias ini memiliki 2 fungsi. Bila daun mejanya diangkat ada sebuah ruang penyimpanan untuk aksesori, seperti cincin, anting, dan gelang. Daun mejanya sendiri berfungsi sebagai cermiin. Desain dapur yang dibuat selaras menyesuaikan dengan rangka bangunan yang didominasi material kayu.

Kayu Bekas Bantalan Rel Kereta di Rumah yang dilengkapi dengan Genset

Kayu Bekas Bantalan Rel Kereta di Rumah yang dilengkapi dengan Genset sebagai sumber listrik cadangan. harga genset murah bisa didapatkan dari Agen Jual Genset Makassar yang memberikan garansi resmi serta potongan harga. Tampilan fasadnya yang sudah menunjukkan keunikan dari rumah kayu ini. Elemen alam seperti batu, kayu, dan tumbuhan menghiasi rumah ini, membuatnya terkesan sejuk dan asri. Ketika beberapa area didominasi material kayu, ruang santai sekaligus ruang tidur tamu ini tampil ceria dengan aksesori warna cerah yang digunakan.

Ada yang menarik dari material rumah ini, yang membuatnya terasa unik sekaligus cantik. Kayu yang digunakan untuk deck lantai, pintu-pintu, kisi-kisi plafon, dan railing tangga ini ternyata adalah kayu bekas bantalan rel kereta api dan kapal. “Ide kayu bantalan rel ini muncul ketika kami melihat-lihat pameran furnitur, ternyata kayukayu bekas dapat didaur ulang menjadi berbagai macam furnitur,” ujar Ajeng bercerita.

Ajeng menuturkan, karena kayu semakin langka, ia dan suami mengusulkan kepada arsitek untuk menggunakan kayu bekas bantalan rel kereta api. Ajeng memilih jenis bantalan rel dari kayu ulin (kayu besi) yang dianggap kuat karena kayu tersebut sudah teruji selama bertahun-tahun dan sering diterpa oleh berbagai macam cuaca. “Sebagian lantai menggunakan kayu ulin bekas kapal, sedangkan furnitur sebagian besar kami kombinasikan dengan kayu trembesi,” ujar Ajeng menambahkan.

Ingin Rumah Fungsional

Selain rumah yang menyatu dengan alam, Ajeng dan suami pun juga ingin membangun sebuah rumah yang fungsional. Pasalnya, luas lahan yang mereka miliki kurang dari 200m2, sehingga agak sulit untuk membuat rumah dengan kombinasi alam terbuka namun tetap fungsional. Oleh sebab itu, ia meminta sang arsitek untuk merancangkan bangunan ke atas, agar area lainnya bisa dimanfaatkan untuk membuat taman.

Namun, ketika tetangga mereka menjual lahannya, Ajeng dan suami berinisiatif untuk membeli lahan yang persis berada di samping rumahnya tersebut. Alhasil, ketika bangunan inti sudah terbangun, lahan baru pun dimanfaatkan sebagai area terbuka dan dijadikan taman. Ruang tidur utama yang tampak seperti kamar di cottege membuatnya terkesan hangat dan nyaman.

Kami Ingin Selalu Kembali ke Rumah Karena Nyaman dengan Adanya Genset

Kami Ingin Selalu Kembali ke Rumah Karena Nyaman dengan Adanya Genset sebagai sumber listrik alternatif ketika listrik dari PLN sedang padam. Harga genset murah ada di Agen Jual genset Balikpapan yang memberikan potongan harga dan garansi resmi.

Kenyamanan dan kehangatan menjadi kunci utama rumah idaman. Rumah yang membuat seluruh anggota keluarga tak ingin lama berpaling darinya. There is nothing like staying at home for real comfort yang diucapkan Jane ,” kata-kata Austen ini tampaknya sangat nyata terasa saat sebuah keluarga berhasil menciptakan rumah yang mereka idamkan, yakni rumah nyaman dan hangat, yang selalu menjadi tempat favorit untuk berkumpul.

Setiap keluarga mengidamkan rumah semacam ini. Tidak terkecuali bagi keluarga Toto Suharto dan Ajeng Anindya. Keinginan mereka sederhana, hanya ingin membangun rumah yang nyaman dan asri. Berbekal tujuan tersebut, Ajeng meminta arsitek Andra Matin untuk merancangkan rumah impian keluarganya.

“Kami memutuskan menggunakan jasa arsitek yang direferensikan oleh kontraktor kami,” ujar Ajeng. Hasilnya menakjubkan. Mereka merasa rumah mereka sangat nyaman dan hangat. Mereka tak ingin berada jauh dari rumah. Mereka ingin selalu berada rumah, bahkan bila perlu, memindahkan kantor dan pekerjaan mereka ke rumah.

Dibuat Terbuka Bagian fasad rumah yang unik dan menarik membuat kami penasaran ingin segera mengulik isi di dalamnya. Benar rupanya, hal pertama yang rasakan saat menginjakkan kaki di rumah ini adalah: kami tidak ingin pulang dan ingin terus berada di sini.

Rumah ini begitu hijau dan asri, begitu sejuk dan tenang, dan begitu cantik untuk dipandang. Rumah ini banyak memakai unsur alam, seperti kayu dan batu pada dekorasi interior dan materialnya. Pintu-pintu besar dengan material kaca menjadi pembatas antara ruang luar dan ruang dalam. Namun, pintu yang selalu terbuka membuat area dalamnya terkesan menyatu dengan area luar. Pintu yang selalu dibiarkan terbuka membuat angin sepoi-sepoi dapat bebas memasuki area dalam rumah. Kesan sejuk dan relaks membuat siapa saja betah berada berlamalama di rumah ini.

Bukan Interiornya Saja

Kita sudah melihat kenyamanan dan keunikan desain rumah ini. Namun, ternyata ada faktor lain yang membuat rumah ini terasa lebih “hijau” dan alami, yaitu sirkulasi udara yang baik dan hemat listrik. Rumah dua lantai ini memiliki jendela yang berukuran cukup lebar di beberapa bagian, sehingga sirkulasi udara dalam rumah menjadi lancar. Suasana rumah pun tidak panas dan pengap walaupun tanpa pendingin udara.

Melalui jendela itu pula cahaya matahari dapat masuk dengan bebas, menerangi setiap ruang di dalam rumah. Mungkin, inilah salah satu contoh rumah “hijau” yang bisa menjadi inspirasi Anda. Karena rumah “hijau” bukan hanya interiornya, tapi juga peduli terhadap lingkungan. Jika Anda ingin menciptakan suasana alami di rumah, lukisan yang mengandung unsur alam seperti pohon dapat digunakan untuk menghiasi dinding. Tekstur wallpaper juga bisa diselaraskan dengan lukisan yang hendak Anda gunakan. Contohnya seperti pada gambar ini, wallpaper membentuk ukiran yang mirip dengan ranting pohon di lukisan.

Ranting Sebagai Interior dan Genset Sebagai Sumber listrik Alternatif

Ranting Sebagai Interior dan Genset Sebagai Sumber listrik Alternatif ketika listrik pada. Harga genset yang murah bisa didapatkan melalui Distributor Jual genset Bali yang memberikan potongan harga serta garansi resmi.

Ranting tak melulu ada di taman. Ranting bisa juga dipakai sebagai pemanis interior, seperti di rumah ini. Rumah merupakan tempat perhentian terakhir kita setiap hari. Usai beraktivitas seharian, menghadapi berbagai kesibukan, paling enak pulang ke rumah dengan suasana yang nyaman dan menenangkan. Kalau sudah didesain dengan nyaman, dijamin bikin rasanya kepingin cepat kembali ke rumah.

Di kawasan kota Cilegon ini, berdiri sebuah rumah yang mencoba mendekatkan diri ke alam. Mulai dari segi desain, warna, hingga pernak-pernik hiasannya tampak begitu menyatu. Setiap elemen itu saling mendukung satu sama lain untuk menciptakan suasana yang menenangkan. Ada Ranting di Mana-mana Salah satu tujuan dari konsep “alam” di rumah ini ialah untuk menciptakan suasana yang membuat orang merasa nyaman ketika kembali ke rumah.

“Jadi setelah orang pulang ke rumah, nuansanya sudah beda,” ucap Yusanto Hariyanto, Associate Director Ciputra, pengembang perumahan ini Pertama kali memasuki rumah ini, kita akan disambut dengan ruang tamu bernuansa cokelat. Mulai dari dinding, lampu gantung, meja, bantal, maupun karpetnya. Warna cokelat memiliki sifat alami, sejuk dan menenangkan, sehingga ketika orang masuk ke rumah ini akan merasakan atmosfer yang berbeda dengan di luar.

Nyaman dan menenangkan. Bagian paling penting dan unik yang membuat rumah ini tidak tampak mainstream adalah bentuk ranting-ranting pohon yang menghiasi beberapa sudut rumah ini. Sekarang coba perhatikan partisi berwarna putih yang berada di belakang sofa ruang tamu. Itu adalah pola ranting pertama yang akan Anda temui ketika baru memasuki rumah ini.

Partisi unik itu membentuk pola menyerupai batang dan ranting tanaman, untuk memisahkan ruang tamu dengan ruang keluarga. Pola bentuk ranting itu juga diterapkan pada dinding ruang keluarga. Tapi warna yang digunakan berbeda. Dengan menggunakan warna cokelat, pola ranting tersebut tampak lebih senada dengan dinding ruang tamu di sebelahnya.

Sedangkan warna putih pada partisi digunakan supaya tampak lebih menonjol sebagai pembatas ruang. Jika Anda masuk ke kamar tidur utama, jangan kaget jika menemukan pola ranting yang sama pada dindingnya. Karena memang “banyak ranting di rumahku.” Namun, di kamar tidur utama ini, pola ranting hanya digunakan pada sisi kanan dan kiri tempat tidur. Ya, memang tidak satu bidang dinding penuh. Supaya nuansanya masih terkesan simpel dan elegan, tapi tetap “alami”.

Memperbaiki Plafon Melendut dan Melengkapi Rumah dengan Genset

Selain memperbaiki plafon yang rusak atau bermasalah, alangkah baiknya jika rumah dilengkapi dengan genset untuk sumber listrik cadangan. Harga genset murah bisa dibeli dari agen Jual Genset Jakarta yang resmi dan memberikan diskon serta garansi resmi.

Plafon di rumah saya melendut. Itu kenapa, ya? Saya agak khawatir juga, takut kejatuhan plafon. Apakah harus dibongkar total atau bagaimana?

Solusi Ahli Plafon melendut itu disebabkan banyak faktor. Pertama, rangka plafonnya bermasalah. Misal, untuk rangka kayu dulunya menggunakan kayu muda. Lambat laun, kondisi air di dalam kayu mengering sehingga rangka kayu meliuk dan terlihat melendut di bawah. Atau rangka kayu terkena rayap, jadi keropos dan mematahkan salah satu rangka hingga terlihat melendut. Kedua, Anda menaruh beban berlebih di plafon, seperti menambah lampu gantung. Solusinya, jika penyebabnya rangka kayu, kemungkinan harus dibongkar total. Tetapi, jika masalah beban, sesegera mungkin Anda harus melepas beban itu dan memperbaiki rangkanya. Intinya, harus tahu sumber masalahnya dulu.

Solusi Sahabat Rumah Saya juga pernah mengalami masalah ini. Waktu itu, selain melendut, ada bunyi “bletak-bletak”. Ternyata, asalnya bunyi itu dari kayu muda yang mengering dan patah di plafon. Akhirnya sih harus dibongkar karena katanya enggak ada solusi lain. Saya ngeri juga, itu kan posisinya di atas kepala. Jadi, saya dan suami memutuskan langsung ganti ke rangka besi hollow.

Meminimalisasi Warna Nat

Saya mau tanya, warna nat di plafon rumah saya kok terlihat sekali, ya? Seperti garis-garis dan enggak bagus dilihatnya. Bagaimana cara mengatasinya, ya?

Solusi Ahli Ada kemungkinan Anda salah membeli warna nat untuk plafon. Di pasaran, warna nat untuk plafon sangat beragam. Ada yang putih, abu-abu putih, abu-abu, dan abu-abu gelap. Harusnya, warna nat ini sama dengan warna plafon. Tetapi, karena kondisinya sudah terpasang, tidak mungkin diulang lagi. Cara meminimalisasi warna nat, coba Anda menutup seluruh permukaan plafon dengan plamir tembok. Kemudian, Anda cat ulang plafon sesuai dengan warna yang diinginkan. Biarkan kering dan cat ulang lagi agar batas antara nat dan plafon benar-benar hilang. Solusi dari sahabat ; Kalau saya, plafon dicat terus. Setelah 4 kali pengecatan, tertutup juga.