Jemaat Misterius Gereja Santo Yosep Bag12

Temuan survei Wahid Foundation, lembaga yang mengembangkan pemikiran Islam moderat, kemajemukan, dan demokrasi, menguatkan pernyataan Tito. Berdasarkan survei nasional ”Potensi Radikalisasi & Intoleransi Sosial-Keagamaan di Kalangan Muslim di Indonesia” yang dirilis pada awal Agustus lalu, hampir delapan persen dari 1.520 responden memiliki sikap sosial beragama yang radikal. Mereka bersedia dan bahkan pernah melakukan kekerasan atas nama agama.

Misalnya melakukan sweeping dan berdemonstrasi menentang kelompok yang dinilai menodai dan mengancam kesucian Islam. Penelitian yang dikerjakan bersama Lembaga Survei Indonesia itu menggambarkan, setidaknya 11 juta dari 150 juta muslim Indonesia bersedia bertindak radikal. ”Ini sungguh mengkhawatirkan,” kata A.A. Nugroho, manajer riset program di Wahid Foundation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *