Kembar Siam Dada dan Perut Sukses Dipisahkan Bag2

Keputusan saya dan suami ternyata benar, rumah sakit ini sungguh memuaskan. Dokter selalu mengomunikasikan dan mendiskusikan hasil diagnosis dengan kami. Apalagi saat akan operasi sesar di usia kehamilan 38 minggu. Dari pra-operasi, tim dokter selalu mengomunikasikan informasi secara detail kepada kami..

Baca juga : toefl ibt jakarta

Padahal, saya adalah pasien BPJS, tetapi rumah sakit tidak membedakannya sama sekali. SETIAP HARI MENANGIS Setelah lahir, si kecil tidak bisa langsung dipisahkan, tapi harus menunggu hingga kondisinya matang secara medis dan siap, yaitu di usia 10 bulan. Jadi, setelah lahir dan dirawat hingga satu bulan lebih, di usia 1,5 bulan, Maxxon dan Maxxen, saya bawa pulang ke rumah. Saat itu saya idealis, semua perawatan saya yang lakukan sendiri tanpa kecuali, termasuk merawat anak pertama kami, Maxwell. Ternyata itu tak mudah. Saya menangis setiap hari.

Pokoknya, sampai kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan kesedihan ini. Untungnya, Maxwell, selalu bisa membuat saya tersenyum dan terharu. Dia sayang sekali pada adiknya. Hingga akhirnya saat si kembar berusia empat bulan saya putuskan menggunakan jasa babysitter. Ternyata sangat membantu, apalagi perhatian saya bisa dibagi dengan baik antara si kembar dan si kakak. Selama penantian jadwal operasi, kami selalu berdiskusi dengan dokter di rumah sakit, mulai persiapan, pembentukan tim untuk menangani operasi, kerja sama dengan RS Dr. Soetomo Surabaya yang sudahberpengalaman berkali-kali menghadapi kasus kembar siam, hingga risiko yang bisa saja terjadi pada buah hati kami.

OPERASI BERJALAN SUKSES Lima hari sebelum operasi, kami dan si kembar sudah kembali ke rumah sakit untuk melakukan perawatan dan persiapan praoperasi. Akhirnya, 20 Februari, hari H operasi pemisahan tiba. Selama operasi berlangsung, saya bisa menyaksikan proses operasi. Saya tidak kuat menyaksikannya, saya sempat pingsan dan terus menangis. Hingga akhirnya berkat kuasa Tuhan, operasi selesai. Yang paling membuat saya happy dan plong adalah kala dokter mengangkat si kembar sendirisendiri, tidak bersamaan lagi. Sekarang sudah empat hari pasca-operasi (wawancara berlangsung 24/2, Red.), kondisi mereka di ruang ICU terus membaik.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *