Marquez dan Rossi akan Balapan di Kota Bunga

Marquez dan Rossi akan Balapan di Kota BungaSampai dengan seri ke total 18 seri gelaran MotoGP 2015, Marc Marquez, pem­ ­7 dari balap Repsol Honda Team sebagai juara bertahan, hanya mampu menempati posisi ke­5 klasemen sementara. Untuk bisa mendekati poin duo pembalap Movistar Yamaha MotoGP, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo di posisi ke­1 dan 2, Marquez masih terlebih dahulu harus bisa melewati duo Ducati Team yang tahun ini tampil perkasa, Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso. Ditambah dengan selisih perolehan angka yang sangat jauh dari pemimpin klasemen sementara, 69 poin, banyak yang pesimis Marquez akan mampu mempertahankan gelar juara dunianya. Namun demikian, usai menjajal paket terbaru yang dibawa Honda pada tes hari Senin (15/06), pasca GP Catalunya di sirkuit yang sama, Marquez tampak optimis bisa kembali fight di Assen. Apa isi paket yang dibawa Honda itu? “Sasis 2014 yang dilengkapi dengan swingarm baru dan beberapa komponen baru lainnya, termasuk knalpot,” kata Marquez.

Dengan kata lain, Honda mengawinsilangkan motor 2014 dengan 2015. Langkah ini diambil setelah Marquez mengalami masalah dengan RC213V 2015 sejak di seri pembuka, terutama saat masuk tikungan. Karakter mesin yang terlalu agresif membuat Marquez kesulitan mengontrol roda belakang saat pengereman. Akibatnya, sampai dengan seri ke­7 saja, Marquez sudah gagal finish 3 kali. Sempat muncul keinginan Marquez untuk kembali menggunakan mesin 2014. Namun karena regulasi development freeze, maka tidak boleh dilakukan perubahan pada desain mesin selama musim kompetisi berlangsung. Untungnya tidak ada pembatasan soal modifikasi di sektor lain di luar mesin. Inilah yang dimanfaatkan oleh Honda.

Mereka pun menyiapkan sasis 2014 yang akan dikawinkan dengan mesin 2015 dan beberapa komponen baru hasil revisi, yakni swingarm, exhaust dan electronics. Hasilnya cukup menjanjikan karena sesuai dengan gaya balap Marquez yang selalu coba menguras habis potensi motor. Dengan motor 2015, hal itu tak mungkin dilakukan karena karakternya yang terlampau agresif hingga menuntut riding style yang persistent, tak boleh ada kesalahan sekecil apapun. “Rasanya kurang lebih seperti motor tahun 2013 dan 2014 lalu. Paling penting dengan motor ini, saya bisa melakukan kesalahan (saat coba memaksimalkan performa motor).

Tidak seperti motor 2015. Saya harus benar­benar presisi. Tidak boleh melakukan kesalahan saat balap,” ungkap Marquez. Namun demikian, Marquez belum bisa menjanjikan apakah tanggal 27 nanti paket ini sudah bisa dipakainya guna menghadapi Yamaha di sirkuit Assen. “Kami masih mempertimbangkan semuanya sekarang. Di tes Catalunya, saya hanya mencoba paket itu selama 5 – 7 lap saja sebelum hujan turun. Memang saat itu impresi saya, paket itu baik buat saya. Tapi kita belum tahu apa yang terjadi setelah dicoba berlap­lap dengan ban baru maupun lama,” tutup Marquez

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *