Melintas Batas bersama autotrade gold

Melintas Batas bersama autotrade gold – Komunitas disabilitas tunanetra lain yang patut diacungi jempol adalah Kartunet. Komunitas yang berdiri di tahun 2006 ini bercita-cita menyajikan karya tuna netra untuk dipajang diinternet sehingga bisa dinikmati siapa saja. Kartunet, mungkin nama ini terdengar sedikit unik. Sebenarnya ini adalah kependekan dari Karya Tunanetra. Komunitas ini didirikan oleh empat sekawan, Irawan Mulyanto, Aris Yohanes Elean, M Ikhwan Toriqo, dan Dimas Prasetyo Muharam. Mereka berempat punya ketertarikan khusus dengan internet dan teknologi informasi.

Hanya saja, karena nama yang digunakan adalah karya tunanetra, maka akhirnya diputuskan bahwa Kartunet bukan hanya membahas melulu tentang TI tapi juga memfasilitasi karya rekan-rekan tunanetra dengan minat beragam, mulai dari sastra, berita, hingga cerpen. Lewat situs Kartunet juga, diharapkan bisa menjadi penjembatan sarana publikasi mengenai isu-isu disabilitas demi mendukung terwujudnya masyarakat Indonesia yang inklusif. Inklusif ini adalah pandangan masyarakat yang memandang disabilitas sebagai sebuah keberagaman. Sehingga penyandang disabilitas tidak dianggap sebagai orang “luar” namun termasuk dalan bagian masyarakat itu dengan hak dan kewajiban yang setara dengan masyarakat umum.

Sebab, selama ini disabilitas seringkali dipandang sebagai sebuah keanehan, keterbatasan atau kelemahan, sehingga para penyandang disabilitas dipandang sebagai individu-individu yang lemah, tidak berpotensi, dan tidak berdaya. Maka dengan memamerkan karya-karya rekan tuna netra, masyarakat umum dapat melihat potensi para penyandang disabilitas khususnya tuna netra ini. Sehingga pada akhirnya diharapkan terdapat pemahaman dan menerima mereka sebagai bagian dari keragaman masyarakat.

“Ide mendirikan Kartunet tercetus oleh pengamatan kami bahwa tunanetra mempunyai bakat-bakat terpendam yang belum tersalur. Oleh karena itu, kami terdorong untuk mendirikan website yang dapat digunakan sebagai media publikasi terhadap karya-karya mereka,” jelas DImas yang kini menjadi Ketua organisasi itu. Komunitas Kartunet Indonesia mengembangkan karyanya dari pengelolaan situs ke arah yang lebih luas lagi, yaitu dengan pengembangan teknologi aksesibel dan pengembangan diri para penyandang disabilitas.

Aktivitas Kartunet Com munity Indonesia mengarah pada pengembangan diri penyandang disabilitas sebagai subjek, pengembangan situs dan teknologi sebagai sarana, dan pengembangan wawasan masyarakat sebagai lingkungan sosial. Komunitas ini bahkan sempat memenangkan … Dana yang diperoleh dari lomba tersebut lantas digunakan untuk mengembangkan kegiatan Kartunet yang fokus untuk mempublikasikan karya rekan-rekan tunanetra.

Sumber : https://teknorus.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *