Merayakan Jazz Hingga Lereng Gunung Bag20

Ada kerinduan terhadap Malioboro tempo dulu, sebagai pusat seni budaya. Kawasan di jantung Kota Yogyakarta itu belakangan memang didominasi kegiatan ekonomi. Tapi, setelah proposal jadi, gempa meluluh-lantakkan Yogyakarta. Ngayogjazz pertama baru bisa digelar setahun kemudian, pada 2007. Mereka cuma bermodal Rp 30 juta. Ngayogjazz pertama digelar di Padepokan Bagong Kussudiardja.

Sukses itu membawa mereka menggelar Ngayogjazz kedua di Tembi, Bantul, pada 2008 dan Ngayogjazz 2009 di Gabusan, Bantul. Pelaksanaan Ngayogjazz 2010 mundur karena Gunung Merapi meletus pada akhir Oktober tahun itu. Ngayogjazz baru muncul pada Januari 2011 di pelataran rumah pelukis Djoko Pekik di Sembungan, Bantul. Ngayogjazz kembali digelar pada tahun yang sama pada November di Kotagede, Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *