Berawal dari Makam Bagian 2

Seolah tak ingin berhenti begitu saja, LOH pun berkembang menjadi sebuah komunitas yang aktif dengan salah satu agenda rutinnya, merawat musoleum O. G. Khouw. Dilakukan setiap bulan pada hari minggu pertama atau kedua, fokus mereka pun tak berhenti pada bangunan musoleum saja, melainkan juga pada makammakam unik yang tersebar di areal pemakaman TPU Petamburan.

Kembangkan Aktivitas Cinta Heritage Tak hanya melestarikan musoleum, sesuai namanya, LOH juga ikut mengembangkan aktivitasaktivitas cinta heritage lainnya, seperti mengadakan tour wisata sejarah dengan menciptakan rute baru yang berbeda, membuat fi lm dokumenter, hingga mendirikan sanggar angklung yang diadakan setiap Jumat malam. “Karena berawal dari sini, kita berusaha menetapkan siapa kita.

Bukan cuma musoleum, kita lebih mengerucut menetapkan diri sebagai komunitas yang punya kepedulian, rasa cinta terhadap seni, budaya, dan sejarah, lingkungan dan mewujudkannya melalui tindakan nyata,” Adjie menambahkan. Meski tidak mudah dan cenderung mengundang banyak kecurigaan, dalam perkembangannya, komunitas LOH berupaya untuk terus mengembangkan komunitasnya. Bahkan, pandangan-pandangan negatif pun kerap tertuju sejak awal terbentuknya komunitas ini. “Awalnya bahkan kami suka diledek. Disebut sebagai KPK, Kelompok Penyiksa Kuburan,“ tutup Adjie sambil berkelakar.

Berawal dari Makam dan Gedung yang dilengkapi Genset Silent dari Surabaya

Gedung dan pabrik yang berada di Surabaya bisa mendapatkan harga genser silent yang murah melalui Distributor Jual Genset Surabaya yang bergaransi resmi. Sebelumnya, tak ada yang mengenal seluk beluk sebuah bangunan megah di sudut terpencil Tempat Pemakaman Umum (TPU) Petamburan, Jakarta Pusat. Tersisih dari hingar-bingar ibukota, sebuah bangunan yang kemudian dikenal sebagai musoleum, berdiri kokoh selama berpuluh tahun lamanya, menunggu sosok-sosok peduli yang kelak beraksi.

Musoleum dapat dimaknai sebagai sebuah bangunan megah yang berdiri untuk melindungi makam. Di bawahnya, terbaring dengan tenang O. G. Khouw (1874- 1927) dan istrinya, seorang tuan tanah yang memiliki perkebunan tebu yang sangat luas. Konon, kemegahan musoleum O.G. Khouw disebut-sebut melebihi makam Rockfeller, seorang milyader asal Amerika Serikat. Bahkan, menurut seorang pakar sejarah sekaligus guru besar Universitas Tarumanegara, Alm.

Wastu Tjong, musoleum ini merupakan musoleum terbesar se-Asia Tenggara. Namun, keberadaan musoleum ini masih terabaikan. Dindingdinding berlapis marmer yang bahkan didatangkan langsung dari Italia sering tak selamat dari aksi mural. Debu-debu yang menempel, genangan air yang memenuhi bunker saat hujan, hingga dijadikan tempat bagi tindakan tak terpuji, menjadi hal-hal yang membuat keadaan musoleum O.G. Khouw jadi memprihatinkan. Perubahan 180 derajat kemudian datang, ketika sejumlah orang yang melabeli dirinya “sekelompok individu peduli”.

Menganggap musoleum ini sebagai peninggalan sejarah yang menarik, meski hingga kini, musoleum O.G. Khow belum dinyatakan sebagai benda cagar budaya. Lahir di Makam Sebelum menyempal menjadi sebuah komunitas sendiri, dulunya, para anggota LOH sering terlibat dalam beberapa perjalanan sejarah bersama dengan komunitas lainnya.

Namun, pertemuan mereka pertama kali dengan musoleum O.G. Khouw mengubah segalanya. Keprihatinan pada kondisi musoleum, membuat mereka mengadakan sebuah event pertama pada 2 Mei 2010, yang kemudian dirayakan sebagai hari jadi berdirinya komunitas LOH. “Nama Love Our Heritage sendiri dicetuskan karena kami ingin sesuatu yang simpel, mudah diingat, dan sesuai dengan visi dan misi kami,” ujar Adjie Hadipriawan, Ketua Dewan Pembina LOH.

Sup Asam Pedas UNTUK 5 PORSI

BAHAN: 200 gram ayam dada fillet, diiris panjang 3 cm tipis-tipis 1/2 buah bawang bombay, dicincang halus 2 siung bawang putih, dicincang halus 1 cm jahe, dimemarkan 2 buah cabai merah besar, dibuang bijinya dan diiris halus 3 lembar jamur hioko, direndam air hangat dan diiris halus 100 gram tahu, dipotong kotak 1/2 sendok makan kecap asin 2 sendok makan saus sambal 8 sendok makan saus tomat 2 sendok teh garam 1 sendok teh gula pasir 1.000 ml air 1 sendok teh minyak wijen 1 batang daun bawang, dipotong miring 2 sendok makan tepung sagu dilarutkan 2 sendok makan air 1 butir telur, dikocok lepas 1 sendok makan minyak untuk menumis

CARA MEMBUAT: 1. Panaskan minyak. Tumis bawang bombay, bawang putih, jahe, dan cabai merah sampai harum. Masukkan ayam. Aduk sampai berubah warna. 2. Tambahkan jamur. Aduk rata. Masukkan kecap asin, saus sambal, saus tomat, garam, dan gula pasir. Aduk rata. 3. Tambahkan air. Masak sambil diaduk sampai mendidih. Masukkan tahu, minyak wijen dan daun bawang. Aduk rata. 4. Tambahkan larutan tepung sagu. Masak sambil diaduk sampai kental dan meletup letup. 5. Tambahkan telur sedikit sedikit sambil diaduk sampai berserabut.

Memperbaiki Plafon Melendut dan Melengkapi Rumah dengan Genset

Selain memperbaiki plafon yang rusak atau bermasalah, alangkah baiknya jika rumah dilengkapi dengan genset untuk sumber listrik cadangan. Harga genset murah bisa dibeli dari agen Jual Genset Jakarta yang resmi dan memberikan diskon serta garansi resmi.

Plafon di rumah saya melendut. Itu kenapa, ya? Saya agak khawatir juga, takut kejatuhan plafon. Apakah harus dibongkar total atau bagaimana?

Solusi Ahli Plafon melendut itu disebabkan banyak faktor. Pertama, rangka plafonnya bermasalah. Misal, untuk rangka kayu dulunya menggunakan kayu muda. Lambat laun, kondisi air di dalam kayu mengering sehingga rangka kayu meliuk dan terlihat melendut di bawah. Atau rangka kayu terkena rayap, jadi keropos dan mematahkan salah satu rangka hingga terlihat melendut. Kedua, Anda menaruh beban berlebih di plafon, seperti menambah lampu gantung. Solusinya, jika penyebabnya rangka kayu, kemungkinan harus dibongkar total. Tetapi, jika masalah beban, sesegera mungkin Anda harus melepas beban itu dan memperbaiki rangkanya. Intinya, harus tahu sumber masalahnya dulu.

Solusi Sahabat Rumah Saya juga pernah mengalami masalah ini. Waktu itu, selain melendut, ada bunyi “bletak-bletak”. Ternyata, asalnya bunyi itu dari kayu muda yang mengering dan patah di plafon. Akhirnya sih harus dibongkar karena katanya enggak ada solusi lain. Saya ngeri juga, itu kan posisinya di atas kepala. Jadi, saya dan suami memutuskan langsung ganti ke rangka besi hollow.

Meminimalisasi Warna Nat

Saya mau tanya, warna nat di plafon rumah saya kok terlihat sekali, ya? Seperti garis-garis dan enggak bagus dilihatnya. Bagaimana cara mengatasinya, ya?

Solusi Ahli Ada kemungkinan Anda salah membeli warna nat untuk plafon. Di pasaran, warna nat untuk plafon sangat beragam. Ada yang putih, abu-abu putih, abu-abu, dan abu-abu gelap. Harusnya, warna nat ini sama dengan warna plafon. Tetapi, karena kondisinya sudah terpasang, tidak mungkin diulang lagi. Cara meminimalisasi warna nat, coba Anda menutup seluruh permukaan plafon dengan plamir tembok. Kemudian, Anda cat ulang plafon sesuai dengan warna yang diinginkan. Biarkan kering dan cat ulang lagi agar batas antara nat dan plafon benar-benar hilang. Solusi dari sahabat ; Kalau saya, plafon dicat terus. Setelah 4 kali pengecatan, tertutup juga.