Proses Penjurian Film

SETELAH melalui diskusi secara maraton dengan ditemani aneka camilan dan rujakan, kami menentukan pilihan dengan berbagai pertimbangan di sanasini. Hasilnya, flm Istirahatlah Kata-kata arahan sutradara Yosep Anggi Noen meraih penghargaan Tempo terbanyak. Dalam pemilihan flm versi kami, Istirahatlah Kata-kata menyabet flm terbaik, sutradara terbaik, aktor terbaik, dan aktris terbaik. Dalam menyeleksi flm terbaik, semula kami memilih lima kandidat: Salawaku, The Window, Athirah, Ziarah, dan Istirahatlah Kata-kata.

Tapi kami kemudian sepakat memilih Istirahatlah Kata-kata sebagai flm terbaik dan Anggi sebagai sutradara terbaik. ”Sebagai sutradara, arahan Anggi dalam flm Istirahatlah Kata-kata sangat matang dan efektif untuk menginterpretasikan satu yang menjadi bagian kuat sejarah reformasi Indonesia, seniman aktivis Wiji Thukul,” kata sineas Joko Anwar, salah satu juri. ”Lewat flm ini, Anggi mampu memberikan rasa hidup di Indonesia pada saat itu kepada penonton: represif dan mencekam.”

Istirahatlah Kata-kata mengangkat kisah periode delapan bulan pelarian sang penyair-aktivis Wiji Thukul sebelum akhirnya dia menghilang, periode ketika Thukul mengembara dan bersembunyi hingga ke Pontianak. Anggi memang tak memilih menciptakan biopik, yang mengangkat perjalanan hidup seorang tokoh sejak lahir hingga wafat. Ia memilih periode persembunyian Thukul di Pontianak, pada 1996-1997, sebagai materi cerita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *