Puding Susunya Laku Lewat Instagram dan Jasa SEO Semarang

Puding Susunya Laku Lewat Instagram dan Jasa SEO Semarang. Ivan Januar tidak mendalami ilmu masak-memasak. Ia juga tidak belajar mengenai wirausaha. Hanya berbekal kesukaan memasak, ia telah menjadi pengusaha di sektor kuliner ketika usianya masih sangat belia, 23 tahun.

Bukan Januar memilih puding susu sebagai komoditas usahanya. Produk itu ia pilih lantaran produsen puding susu di Indonesia, tanpa asalan Ivan khususnya Jakarta, masih sedikit. Dengan begitu persaingan yang terjadi tidak terlalu sengit. Tak heran kalau bisnis puding susu yang ia beri merek Milky Way bisa tumbuh lumayan pesat. Saat ini, setiap harinya ia memproduksi puding susu sebanyak 150 – 300 botol. Pada hari-hari tertentu macam lebaran, ia bahkan bisa membuat hingga 700 botol. Setiap botolnya berisi sekitar 125 ml puding susu dengan karamel dan bermacam-macam topping. Ia mematok harga Rp 18.000 per botol. Dari harga tersebut, ia memperoleh margin sekitar 50%.

TERINSPIRASI HOKAIDO PUDDING

Ide membuat puding susu ini muncul ketika Ivan sedang jalan-jalan ke Jepang. Di sana ada hokaido pudding. “Ketika saya coba, eh … enak rasanya,” kenang alumnus jurusan perhotelan Universitas Pelita Harapan ini. Setiba kembali di Jakarta, ia iseng membuat puding susu sejenis. Resepnya ia ciptakan sendiri. Ternyata hasilnya enak juga. Dengan penuh keyakinan, ia memutuskan berbisnis puding susu.

Pada Juni 2013 ia memulai usaha dan mempromosikannya lewat Instagram. Tenyata yang berminat membelinya cukup banyak. “Kalau suka susu, pasti suka puding susu buatan saya,” ujar Ivan. Konsumen yang ia sasar kalangan remaja. Saat itu, ia membuat hanya satu varian, yakni rasa original, milky caramel. Pembuatannya juga ia lakukan sendiri, sepulang kuliah. Jumlah yang ia produksi sesuai dengan pesanan.

Waktu itu rata-rata dua hari sekali ia membuat 50 – 100 botol puding susu. Dengan produksi sebanyak itu, dalam sebulan, modal yang ia keluarkan bisa kembali. Pada awal usaha, pelanggannya terbatas hanya orang-orang terdekat yang memiliki akses ke Instagram. Mereka kemudian ikut menawarkan dari mulut ke mulut. Ivan juga rajin ikut bazar di berbagai mal, di antaranya Grand Indonesia dan Gandaria City. “Dari bazar saya bisa menjual paling sedikit 300 botol. Pernah pula sampai 2.000 botol,” ungkapnya sumringah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *