Rumah Sakit Di Bekasi Luncurkan Program Bayi Tabung

Meskipun saat ini tren klinik bayi tabung (In Vi- tro Fertilization atau IVF) di Indonesia cukup menggembirakan, yaitu sebanyak 28 klinik tersebar di berbagai kota, namun penyebarannya belum merata. Poin penting lainnya, masih sedikit tersedianya layanan IVF dengan harga terjangkau dan belum ada peng awasan peningkatan kualitas klinik IVF di seluruh Indonesia secara kontinu.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Melihat fakta-fakta ini, PT Ingin Anak (PTIA), sebagai pelopor penyedia layanan bayi tabung berbiaya terjangkau di Indonesia menggandeng, RS ANNA, menyediakan suatu program canggih (Sophisticated), Modern, terjangkau (A? ordable), Reproductive, Technology atau SMART IVF. Layanan bayi tabung SMART IVF ini menjadi yang pertama di Bekasi. RS ANNA Pekayon sendiri merupakan rumah sakit yang telah berdiri selama hampir 10 tahun dan memberikan pelayanan ibu dan anak, termasuk konsultasi infertilitas. Dalam sambutan pembukaannya, Direktur PTIA dr. Fachry A. Prodjokusumo mengatakan, “Kami menyadari kota Bekasi merupakan kota padat penduduk dengan jumlah pasutri usia produktif yang besar.

Sebagian dari pasien kami, banyak yang berasal dari wilayah ini. Kami berharap kehadiran SMART IVF Bekasi dapat membantu pasutri setempat untuk mengakses layanan bayi tabung dengan jarak yang lebih singkat dengan teknologi, fasilitas, dan tenaga ahli yang kredibel. Kami memilih RS ANNA Pekayon, karena kualitas yang dimiliki sesuai dengan standar yang kami tetapkan.” Dalam kesempatan sama, drg. Rima Febrianti, MARS CPHR, Direktur RS ANNA Pekayon, mengatakan, “Kami menyambut baik kerja sama yang ditawarkan oleh PTIA selaku pemilik teknologi bayi tabung SMART IVF.

Saat ini, kami sedang membangun gedung baru 4 lantai yang dilengkapi dengan laboratorium teknologi terkini untuk menjamin pasien mendapatkan hasil yang lebih akurat dalam perawatannya. Kami menyediakan unit khusus di lantai 4 di gedung tersebut untuk fasilitas SMART IVF.” Untuk diketahui, data prevalensi infertilitas saat ini di Indonesia sebesar 10–15% dari 40 juta pasangan usia subur. Jadi, terdapat 4 juta pasang an usia subur yang mengalami gangguan kesu buran. Untuk mendapatkan keturunan, sebagian besar pergi ke dokter untuk meminta intervensi medis. Salah satunya melalui teknologi bayi tabung.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *